Jejak Setapak
Setapak jalan
terus ku lalui, meski keraguan sering menghadang membentang. Peluh pun bagai
dzikir yang mengalir deras membersamai
asa. Asa
yang tak bermuara pada satu harapan saja. Ia selalu tumbuh melanglang
mengarahkan hidup pada tujuan.
Biarpun tingginya
asa seringkali menghadirkan senyum asimetris, biarkan sayapnya menghempas
bayangan hitam hingga secercah cahaya
mampu kau
lihat. Kini saatnya untuk menggenggamnya. Melihat sosok nyatanya yang mampu di
rengkuh dengan kebijakan sikap.
Tiada alasan
bagi tangan ini untuk bergetar menyambut sejuknya
kemenangan.
Namun biarkan hati tetap bergetar, karena itulah
yang selalu
menghadirkan cinta yang tiada terbesit keangkuhan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar